Nostalgia tentang Mantan

*note ini dibikin pas masih hamil, kira-kira Desember 2008, previously posted on my FB notes*

Tadi pagi, sambil berangkat ke kantor, gue dengerin siarannya Ronald & Iwan di Radio Jak FM. Tema yang dibahas pagi ini adalah tentang “Adakah benda-benda dari mantan pacar yang masih kamu simpan?” Gue dan laki gue pun ketawa cekikikan sepanjang jalan karena sms yang dikirim para pendengar siaran tersebut kocak-kocak banget.

Ada yang masih nyimpan celana pendek mantan pacarnya dan dipakai buat tidur setiap malam meski dia udah merit 4 tahun. Ada yang menyimpan tas dari mantan pacarnya, dan sekarang justru dipakai oleh suaminya (I don’t know whether her husband knows this fact or not). Ada pula yang menyimpan surat-surat cinta dan foto-foto dari kelima belas orang mantannya di sebuah tas, sampe akhirnya ketahuan oleh sang istri dan dibakar setelah mereka merit selama 8 tahun.

Huehehe… Gue jadi inget kelakuan orang-orang di sekeliling gue yang melakukan hal yang sama. Seorang teman gue, sebut aja si C, doyan mengoleksi foto mantan-mantannya dan memamerkannya ke semua orang, termasuk cewek yang saat ini dipacarinya (Ayooo.. Siapa yang ngerasa ini ayooo…). Sementara teman gue yang lain, masih menyimpan barang-barang dari mantannya dengan alasan sayang kalo dibuang karena masih bisa dimanfaatkan (Ya iya lah bok, secara yang dikasih itu macemnya DVD player Sony, jam tangan Guess, dll, dst, lumayaann..hehe..). Terus yang lebih parah, ada lho teman gue yang hobi mendata dan menceritakan ke orang-orang tentang berapa jumlah cewek yang udah dia renggut keperawanannya. Tauk deh ini bener apa kagak karena tidak disertai bukti-bukti otentik.

Nah, gara-gara topik itu juga, gue jadi iseng berdiskusi sama laki gue. Laki gue ini tipe orang yang logis. Most of the time, dia mendahulukan logika ketimbang perasaan. Tentang tema ini, dia bilang, “Mantan itu kan seseorang di masa lalu yang kita undang untuk masuk ke dalam hidup kita. Jadi wajar aja kalo ada barang-barang yang masih tertinggal pada diri kita dan masih kita pake sampe sekarang. Kalo emang alasannya karena barang itu masih useful, kenapa gak? Asal jangan alasannya romantisme dan nostalgia aja.”

Hmm.. He’s got my point too sih. IMHO, meski lo udah buang-buangin barang dari mantan atau bahkan menghancurkan barang-barang tersebut, tapi kalo hatilo masih melekat pada dirinya (ceileh), ya susah kali untuk ngelupainnya. What remains eternal is the memories you have inside your brain, right? The only thing you can do to get rid of those memories is by doing brain surgery kayak di film Eternal Sunshine of the Spotless Mind (itupun kalo operasi kayak gitu beneran ada ya). Barang-barang pemberian or punya mantan mah biasanya cuma berfungsi sebagai trigger aja. Jadi kalo perasaanlo udah tawar banget ke tuh orang, ya gak masalah lah kalo masih menyimpan dan mempergunakan barang-barang dari dia.

Trus, gimana dong kalo ada orang-orang yg demen mengoleksi foto, surat or barang-barang dari mantan untuk dipejeng ke orang-orang lain? Nah, kalo menurut analisa gue dan laki gue, itu mah sebenarnya bukan semata-mata untuk nostalgia atau romantisme. Tapi, tujuan utamanya adalah ACHIEVEMENT! Kayak pemburu rusa yang gemar mengumpulkan kepala rusa buruannya untuk diawetkan dan dipajang di rumah, atau atlet yang mengumpulkan piala untuk dipajang di lemari di ruang tamu rumahnya.

Wah, koq gue jadi tersungging nih Jaman dahulu kala, gue demen tuh koleksi beragam sms bernada gombal dari cowok-cowok penderita gombalipus yang pernah gue kenal (including those from my husband waktu dia jaman pedekate dulu :). Bedanya, gue gak pernah memajang sms-sms tersebut ke orang-orang. I used them to boost my self confidence when I felt really low, especially on my PMS days. Atau, kadang-kadang gue baca itu sms-sms gokil pas lagi iseng gak ada kerjaan to entertain myself. Jadi fungsinya ya gitu-gitu doang sih. No special intention at all.

Oleh karena itu, gue menolak dengan amat sangat keras (apa sih?) untuk disamakan dengan para kolektor foto atau surat cinta dari mantan ya. Soalnya, pas gue merasa siap untuk berkomitmen dengan satu orang laki-laki, ya semua sms-sms itu langsung gue hapus. Well, not voluntarily sih, melainkan karena diminta (dengan setengah paksa) oleh laki gue, hihihi.. Sekarang, kalo mikir-mikir, bodoh juga ya gue nyimpen segala sms cupu itu? Menuh-menuhin memori hape aje🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s