80-20

*lupa di-copy paste dr notes di fesbuk :-p*

Beberapa hari lalu, gue nonton Star World. Eh di next show, ada film berjudul Why Did I Get Married? Wah, dari judulnya aja gue tertarik banget. Penasaran, karena judul itu bisa diinterpretasikan macam-macam, tergantung intonasi sang pembicara, atau tergantung mood kita saat lagi membacanya. Jadi bisa jadi sebuah penyesalan, sebuah kebanggaan, atau cuma sebuah pertanyaan biasa.

Gue gak pengen ngebahas filmnya gimana ya. You can find the synopsis in wikipedia or imdb. Yang gue pengen bahas adalah sebuah kiasan yang bolak-balik dijadikan topik di film itu. Yaitu sebuah teori berjudul 80-20.

Jadi begini nih ye. Teorinya bercerita tentang seorang laki-laki/perempuan menikah, lalu dia tergoda oleh laki-laki/wanita lain, yang dia anggap jauh lebih menarik, lebih baik, lebih sabar, lebih pintar, dll, dsb. Kemudian, dia nge-dump pasangan lamanya demi si pasangan baru ini. Is it good? Not always. Karena umumnya, orang nge-dump pasangannya yang bernilai 80, demi mengejar orang lain yang hanya bernilai 20. Jarang banget terjadi kebalikannya.

Di film itu pun digambarkan exactly what happened to one of the casts. Si pria berselingkuh dgn cewek cantik karena merasa istrinya too fat, too ugly, too annoying, etc. Saat mereka udah cerai, dan si pria ini melanjutkan perselingkuhannya dgn si wanita cantik, barulah dia sadar. Si cantik itu gak mau melakukan segala sesuatu yang mau dilakukan mantan istrinya, kayak memanjakan sang suami, berbagi pekerjaan rumah, bekerja membantu finansial keluarga, dll. Si cantik cuma mau shopping, shopping and shopping, menghabiskan duit si cowok tentunya. Padahal mantan istrinya dulu justru bekerja dan diporotin habis-habisan sm si cowok itu. Well, I think he gets what he deserves, right?

Yah, intinya sih teori ini mengacu pada sebuah proverb yang berbunyi “You don’t know what you’ve got til it’s gone”. Ya gak? Jadi, jangan terlalu gegabah mengejar sesuatu di awang-awang, padahal hal yang paling berharga justru ada di genggaman. Emang gampang sih gue nulis kayak gini. Belom tentu juga bisa segampang itu menerapkannya di kehidupan sehari-hariπŸ™‚

Ah Mas Brad, terpaksa akyu menolak ajakanmu untuk berselingkuh. Soalnya akyu takut kejadian kayak di film tadi itu tuuhh..

*Pssstt.. Kamyu masih menyimpan nomor hapekyu kan, Mas? Telpon-telpon yaaa.. Tulisan di atas cuma on record koq. Yg off record bisa diatur lah hihihi..*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s