Review MPASI 6 Bulan Nadira

Alhamdulillah, tanggal 20 Agustus kemarin, Nadira udah genap berusia 7 bulan. Berarti, udah sebulan dia mencoba mamam, gak cuma mimik ASI aja (plus colongan air sih pas lagi mandi, hihihi..).

Saat Nadira lulus ASIX, gue berkomitmen untuk hanya memberikannya MPASI homemade, bukan yang instan atau boleh beli di toko. Her first food was bubur beras merah yang terbuat dari tepung beras merah wangi Gasol plus ASI. Konsistensinya gue bikin semi cair, dan Nadira lumayan lahap mamamnya. Gue mengikuti 3-days-wait rule untuk meminimalisir dampak alergi pada anak. Jadi, menu yang sama akan gue perkenalkan kepada Nadira selama 3 hari. Kalo gak ada tanda-tanda alergi, baru gue lanjut ke jenis makanan yang baru.

Selain tepung beras merah, selama sembilan hari pertama, Nadira gue bikinin bubur dari tepung beras cokelat dan tepung kacang hijau, all from Gasol. Selama sembilan hari itu, dia makan sekali sehari pas jam makan siang. Baru pada hari kesepuluh, frekuensi makan Nadira gue tambah jadi dua kali sehari, yaitu makan siang dan sore. Kenapa gak makan pagi dan sore? Soalnya, kalo pagi, agak ribet ya bok. Apalagi, Nadira itu pagi-pagi sukanya leyeh-leyeh. Jadi, gue suruh nanny-nya kasih Nadira makan siang dan sore aja.

Menunya adalah, bubur susu untuk makan siang, dan puree buah/sayur untuk makan sore. Bubur susunya udah gak hanya terdiri atas satu jenis tepung aja, tapi biasanya gue kombinasiin sesuai mood hehehe.. Trus, karena udah ngerasain betapa lezatnya pisang, kabocha, pepaya, dll, dia jadi agak-agak mogok makan pas disuapin bubur susu. Alhasil, gue campur aja bubur susunya dengan buah/sayur. Eeh.. Malah lahap!

Di hari ke-25, menjelang usia 7 bulan, gue mulai meningkatkan frekuensi makan Nadira dari 2x sehari menjadi 3x sehari. Makan pagi (yang ujung-ujungnya selalu dilaksanakan di atas jam 9 pagi) terdiri atas puree sayur/buah. Makan siang bubur susu + puree sayur/buah. Sementara makan sorenya adalah puree buah/sayur. Selain menyiapkan lambungnya, langkah ini gue ambil karena stok ASIP di kulkas udah kritiiis banget. Kalo frekuensi makannya ditambah, mimik ASIP-nya kan jadi agak kurang gitu *emak-emak licik*

So far, Nadira udah nyobain mamam pepaya, kabocha, kentang, pisang ambon, zucchini, dan pear. Her most favorite fruit is banana, and her most favorite vegetable is kabocha. Sementara untuk her least favorite food is potato. Duh, kayaknya anak gue punya sweet tooth nih, secara pisang dan kabocha kan rasanya manis banget gitu, sedangkan kentang rada langu bo.

Untuk pear, baru dikasih sekali karena ternyata, gue salah beli pear. Buat bayi kan harusnya pear yang manis banget kayak pear Xiang Lie gitu. Eehh.. Gara-gara papanya yang rada sotoy, gue malah beli pear lain, yang ternyata agak asem. Baru dikasih sekali, langsung gue stop dah. Khawatir anak gue moncor-moncor euy!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s