MPASI Pertama Nadira

Horee.. Nadira lulus ASI Exclusive! Oleh karena itu, tepat tanggal 20 Juli kemarin, Nadira pun udah boleh mamam. Ini pun gue tahan-tahan karena sebenarnya, si Papah udah kasiaan banget liat Nadira yang ngences dan cengo tiap kali ngeliat orang-orang di sekelilingnya lagi mamam. Kalo disodorin sendok pun langsung mangap. Bahkan, sama sepupunya, si Langit alias Dede Mbak, sering disuapin biskuit bahkan kerupuk. Gak masuk sih, tapi kan cukup bikin Nadira mangap dan patah hati karena langsung gue tarik biskuit dan kerupuknya. Huh, dasar teroris yang berusaha menggagalkan program ASIX anakku!

Apa menu MPASI pertama Nadira? Sejak awal, gue udah berkomitmen untuk tidak memberikan Nadira makanan instan. Setelah ribet browsing kanan kiri depan belakang, gue memutuskan untuk memberikannya bubur susu yang terbuat dari tepung beras merah Gasol + ASI. Nanti resepnya gue posting ya (sok bisa masak banget deh ). Oh ya, karena waktu itu pengalaman pertama bikin MPASI untuk Nadira, hasilnya buanyaak banget. Mangkok Pigeon yang Little Coro itu pun penuh. Hihihi.. Maap, namanya juga emak-emak amatir.

Trus, gimana reaksi Nadira? Yah, gitu deh. Disendokin bubur, langsung nyosor nyeruput bubur yang ada di sendok. Tapi setelah beberapa suapan, mulai bosan. Yak, dihibur-hibur dulu sambil nyanyi. Terus, gue pun selang-seling kasih air putih yang disambutnya dengan gembira. Alhamdulillah, meski gak habis semua, sekitar separo mangkok bisa habis masuk ke dalam mulut mungilnya. Lumayan untuk makan siang pertamanya.

Menu yang sama ini gue pertahankan selama tiga hari (20/7 – 22/7). Mulai Kamis (23/7), gue ganti dengan Bubur Beras Coklat dari tepung Gasol juga. Rencananya, menu ini juga bakal sama sampai Sabtu (25/7). Tadinya sih, gue udah nyiapin Plan B. Kalo Nadira sembelit, seperti yang banyak dialami bayi-bayi lain yang pertama mamam MPASI, di hari keempat, gue akan ganti menunya dengan buah atau sayur, tidak lagi serealia/tepung-tepungan. Untunglah, Nadira gak sembelit. Malah, gue sempet deg-degan karena eo’-nya cair. Mirip sama eo’-nya semasa ASIX cuma yang ini ada penampakan tepungnya lah. Pas gue tanya ke sesama emak-emak lainnya, ternyata gak apa-apa. Perut bayi itu kan masih beradaptasi. Jadi ada yang sembelit atau justru cair setelah MPASI pertama. And it’s all normal.

Setelah Bubur Beras Coklat, gue bakal kasih Bubur Kacang Hijau dari tepung Gasol juga, selama tiga hari berturut-turut. Habis itu, baru deh Nadira dikenalin sama sayur atau buah, macam kabocha, ubi parang, pir, pepaya, apel, pisang, dll. Semua diberikan secara bertahap supaya perutnya gak kaget. Kalo gak ada alergi, baru deh dicampur-campur, ditambah frekuensi makannya dan juga dikenalin dengan jenis makanan yang lain, yang tentunya disesuaikan dengan usianya. Doakan supaya semuanya lancar yaa..

Oh ya ini resep Bubur Susu ala Emaknya Nadira

Bahan:

  • 1 sdt tepung beras merah/coklat/kacang hijau
  • 100 ml air matang
  • 20 – 40 ml ASI

Cara membuat:

  • Tepung dicampur dengan air di suatu wadah. Diaduk-aduk hingga rata.
  • Masukkan larutan tepung ke dalam wajan. Jerang di atas api keciiill banget, sambil terus diaduk-aduk sampai mengental dan mendidih. Jangan berhenti ya mengaduknya, supaya bubur tidak menggerindil.
  • Angkat bubur, diamkan sebentar hingga hangat.
  • Campur dengan ASI. Hidangkan.

Note:

  • Tambahkan tepung seiring bertambahnya minat anak terhadap makanannya.
  • Kurangi komposisi air dan ASI untuk mendapatkan kekentalan bubur yang sesuai dengan usia anak. Bubur susu untuk MPASI pertama biasanya diberikan dengan konsistensi cair, menyerupai ASI. Semakin hari, tingkatkan kekentalan bubur susu, sesuai minat bayi Anda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s