Long Live Single!

*previously posted on my Facebook note*

Artinya, hidup (kaum) jomblo!😀

Bukan, gue nulis ini bukan krn menyesal telah menikah. Ehmm.. Yah kadang2 sih, huehehe.. *kidding* Ide nulis notes iseng ini adalah gara2 peristiwa bulan lalu.

Jadi, waktu itu gue lg di-makeup untuk sebuah pemotretan. Ceritanya, ada produk yg khilaf menjadikan gue –dan 3 orang bumil lainnya– sbg talent advertorial mereka di sebuah majalah emak dan bayi gitu deh (pada heran kan, koq ada yg mau jadiin gue talent sih? Nah, gue jg heran bok!). Si makeup artistnya ini cewek dan masih muda. Setelah merias dan ngobrol2, dia kemudian ngomong:

MUA: “Mbak, aku mau tanya, tapi jangan marah ya.”
Gue: “Tanya apaan sih? Sok rahasia bgt?” *ketawa*
MUA: “Ehmm.. Dulu waktu merit, Mbak umur berapa?”
Gue: “29. Emang kenapa bo?”
MUA: “Ohhh…” *bernafas lega “Berarti normal ya Mbak merit di atas 27 thn”
Gue: “Lha, emg umur kamu skrg berapa?”
MUA: “26 tahun. Tapi udah dikejar2 nyokap utk merit nih karena adikku yg cowok mau merit duluan.”

Keluhan yg sama juga dilontarkan sm hairstylist yg lg asik menguntel-untel rambut gue. Duh, gue berasa dapet ilham untuk meluruskan jalan dua domba ABG yg tersesat ini deh, huehehe.. Langsung dong, gue ceramah dgn tema “Singles can make the most of their own” dan juga “Marriage is not a must. It’s an option, and you’re the one who has to decide it yourself, not others.”

Intinya, gue memotivasi mereka untuk tidak menjadikan pernikahan sebagai sebuah tujuan hidup satu-satunya. IMHO, it’s just so dull. Okay, I know that there are lots of women who see marriage as the sole achievement they have to accomplish in life. Jadinya, mereka gak peduli dgn siapa mereka menikah, atau dengan komitmen itu sendiri. Yg penting kawin, eh nikah, titik. For me, the situation is not like that.

Gue sangat menikmati masa-masa jomblo gue, when I can hang out with anyone I like, and fling myself from one guy to another (not literally of course ;-)). Buat gue, marriage and commitment, butuh kesiapan dari diri kita sendiri. Dan kita jg bisa memilih, whether we want to be single forever or to get married. Kebetulan, gue nemu orang yang bisa meng-convert gue untuk percaya sama lembaga pernikahan. Ya sudah, menikah lah gue. Tapi gue jg gak akan menistakan kehidupan sebagai seorang single karena gue menikmati betul masa-masa itu. Jadi buat gue, menikah itu pilihan hidup, bukan sesuatu yang harus dilakukan hanya berdasarkan norma masyarakat.

So, my single friends out there, don’t be miserable. Just cherish the glorious moment you have now. Pursue everything you’ve dreamt of, and make it happen. Jangan pikirin “usia berapa normalnya gue harus merit ya?” atau desakan dan sindiran orang-orang di kanan-kiri-depan-belakang. Bikin pusing tau!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s