Modus Baru Produsen Susu Formula

Rabu (20/5) kemarin, gue dapet telpon dari Wy*th, sebuah produsen susu formula (sufor) terkenal. Si Mbak yang telpon tau banget data-data tentang gue dan anak gue. Dari nama dan tanggal lahir Nadira sampe nama dan nomor telp gue. Kayaknya sih info-info pribadi itu dia dapet dari RS tempat gue melahirkan.

Ceritanya, dia menginformasikan bahwa Wy*th lagi bikin lomba bayi sehat. Gue ditawari untuk mengikutsertakan Nadira sebagai peserta lomba itu. Yah, sebagai emak yang rada banci tampil (hihihi..), gue jadi rada tertarik. Apalagi, pas si Mbak telpon, kerjaan gue udah kelar semua. Biasa lah, langsung gue tanya-tanya ttg syarat, proses pendaftaran, dll. Berasa lagi wawancara banget :-p Si Mbak pun bersemangat menjelaskan.

Nah, kemudian si Mbak nanya ttg apa yang diminum Nadira. Begini kira-kira percakapan kami:

Si Mbak: Nadira sekarang minumnya apa Bu? Masih ASI?
Gue: Oh masih dong Mbak.
Si Mbak: Wah bagus dong. Ada tambahan?
Gue: Enggak, Mbak. Kan Insya Allah ASI Exclusive *nada bangga*
Si Mbak: Wah bagus banget tuh, Bu. Memang, diusahakan hingga enam bulan hanya dikasih ASI saja. Nanti setelah itu, baru dikasih makanan pendamping ASI dan susu (maksudnya sufor). Jadi akan mempermudah dia untuk minum susu nanti.
Gue: Oh gitu ya Mbak *pura-pura perhatian padahal dalem hati ngedumel*
Si Mbak: Ibu tahu kan produk-produk susu kami yang khusus untuk usia enam bulan ke atas? *sambil nyebutin sederet nama-nama sufor produksi Wy*th*

Otak gue pun berputar. Oohh.. Jadi gini toh modus operandi produsen sufor sekarang? Setelah pemerintah menggalakkan kampanya ASI Exclusive, mereka pun pelan-pelan mengganti strategi. Dulu gue pernah dengar, produsen sufor ini bekerjasama dengan RS Bersalin untuk mendapatkan info ttg pasien yang baru melahirkan. Terus mereka sok-sok kayak bikin survey, yang ujung-ujungnya mengkampanyekan sufor produksi mereka dan menyarankan ibu-ibu baru itu untuk memberikan sufor kepada bayi mereka.

Sekarang, karena mulai banyak ibu-ibu yang sadar ASIX, mereka terkesan mendukung ASIX. Tapi ujung-ujungnya tetap mengkampanyekan sufor untuk diberikan kepada bayi setelah enam bulan.

Ih, bete banget deh. Untung mood gue kemarin lagi bagus dan gak jutek. Kalo lagi jutek berat, bisa abis tuh Mbak gue omel-omelin. Lagian, emangnya disangka gue mau kasih sufor ke anak gue, apa? Dari Nadira di dalam perut, gue udah janji, Insya Allah gue akan menyusui dia hingga dia berumur dua tahun atau lebih, tanpa bantuan sufor.

Bukannya sufor itu jelek atau gimana ya. Tapi itu kan sebenarnya barang substitusi yang digunakan jika terpaksa betul. Kalo ASI-lo benar-benar kering dan tidak keluar meski lo udah berusaha keras, baru deh melirik ke sufor. Lah kalo masih mengalir kayak gue mah, ngapain pake sufor toh?

Lalu tentang lomba bayi sehatnya gimana? Eh iya kelupaan. Kayaknya sih enggak jadi ikutan deh. Keburu ilfeel euy. Apalagi, gue takut anak gue tenar sebelum waktunya kalo menang, hihihihhi.. *emak-emak narsis :-p*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s