Pijat Yuukk.. (Oleh-oleh dari Klinik Laktasi)

Tadi pagi, gue menyempatkan diri ke Klinik Laktasi RS St Carolus, Jakarta. Tujuannya, gak lain dan gak bukan, untuk menuntut ilmu (halah) cara-cara memproduksi/melancarkan ASI. Maklum, gue keparnoan sendiri bok, takut ASI gue gak keluar nanti.

Gue dateng jam 8 pagi, eh udah antri dong. Alhasil baru dipanggil sekitar jam 9.30-an. Tapi, meski begitu, gue gak ngerasa rugi karena gue emang niat banget mau kasih ASI Exclusive ke si bocil nanti. Dan ikut kelas laktasi di Carolus adalah salah satu usaha gue untuk mewujudkan cita-cita itu.

Dan ternyata, gue dibilang rada telat lho dateng ke situ. Sebaiknya, kata sang suster yg ngajarin, gue udah mulai pijat-pijat payudara sejak usia kehamilan 32 weeks. Lha, sekarang aja gue udah hamil 37 weeks. Kalo gak dikasitau Aini bahwa klinik tsb bisa ngajarin pijat payudara sblm melahirkan, gue mungkin baru ke situ abis lahiran kali.

Tapi gak apa-apa, kata si suster. “Kan kalo dipijat-pijat payudaranya terus kontraksi, emang sudah waktunya Bu. Jadi syukur-syukur bisa langsung lahir.” Ah suster bisa ajeπŸ˜€

Anyway, berikut ini cara-cara pijat payudara yang diajarin si suster dan bidan di Carolus. Mudah-mudahan bisa membantu para ibu-ibu sekalian yaa..πŸ™‚

*Breast massage during pregnancy (starting from 32 weeks and up)
1. Cuci tangan hingga bersih
2. Kompres puting dgn kapas/kain/tissue bersih yg sudah dibasahi dengan minyak kelapa/zaitun selama 5-10 menit.
3. Bersihkan puting dan aerola dgn kapas/kain/tissue tersebut. Untuk daerah puting, bersihkan dengan teliti dan tekan-tekan hingga kotoran dan sel-sel mati ikut terangkat. Ini berguna untuk membuka pori-pori puting sehingga ASI kelak bisa mengalir lancar dan tidak mampet. Jika puting mampet, kondisi akan berbahaya karena bisa menyebabkan pembengkakan pada kelenjar susu (mastitis).
4. Tarik puting, kemudian puntir ke arah dalam. Lakukan hingga 30 kali. Ini berguna untuk melembutkan puting sehingga saat bayi menyusu, lidah bayi yang lembut tidak akan teriritasi oleh puting ibu yang masih keras.
5. Kompres kedua payudara dengan waslap yang direndam dalam air hangat. Diamkan hingga waslap terasa dingin. Ulangi sebanyak 3 kali.

*Breast massage after giving birth
1. Cuci tangan hingga bersih
2. Lumuri tangan dan payudara dengan minyak kelapa/zaitun hingga rata.
3. Letakkan kedua telapak tangan di kedua belah payudara bagian dalam. Putar tangan ke arah luar hingga mengarah kembali ke bawah payudara. Kemudian sentakkan perlahan. Lakukan ini 30 kali.
4. Letakkan tangan kiri menyangga payudara kiri. Kemudian, jari telunjuk, tengah dan kelingking tangan kanan disatukan dan dipijatkan ke arah puting dengan gerakan spiral. Rasakan kelenjar air susu yang bergerindil di bawah jemari Anda. Gerakan ini dilakukan merata dari seluruh bagian payudara kiri menuju arah puting kiri.
Lakukan gerakan serupa untuk payudara kanan. Gerakan ini dilakukan di masing-masing payudara sebanyak 30 kali dengan tujuan untuk melancarkan dan melarutkan lemak-lemak dalam kelenjar air susu.
5. Lakukan gerakan yang mirip dengan gerakan nomor tiga, namun kali ini, gunakan telapak tangan. Ulangi sebanyak 30 kali.
6. Kompres kedua payudara dengan waslap yang direndam dalam air hangat dan dingin. Lakukan secara bergantian, 3 kali dengan air hangat, 2 kali dengan air dingin, selang-seling.

Note:
-Minyak kelapa/zaitun bisa diganti dengan baby oil. Klinik laktasi Carolus memilih minyak kelapa/zaitun karena kedua jenis minyak tumbuhan tersebut jarang menimbulkan reaksi alergi pada tubuh.
-Kedua jenis pijat ini dilakukan dua kali setiap hari, sebelum mandi pagi dan mandi sore.
-Untuk keterangan lebih lanjut, hubungi Klinik Laktasi RS St Carolus di 3154187, 3904441 ext 2271. Klinik ini buka Senin – Jumat pukul 08.00 – 13.00 WIB dan Sabtu pukul 08.00 – 10.00 WIB, kecuali hari libur/tanggal merah. Untuk konsultasi dengan bidan, biaya yang dikenakan sebesar Rp 64.500.
-Setelah melahirkan, disarankan untuk kembali ke Klinik Laktasi. Kali ini, ibu akan diajari cara dan posisi menyusui bayi dengan benar. Atau jika tidak, bagi ibu-ibu bekerja, disarankan untuk mengunjungi klinik tersebut 2-3 minggu sebelum kembali kerja. Bidan dan suster akan memberikan konsultasi tentang cara memerah dan menyimpan ASI untuk stok minum bayi selama ibu bekerja. Mereka juga akan mengajarkan pengasuh bayi untuk memberikan ASI perahan (ASIP) kepada bayi dengan sendok atau baby cup feeder. Carolus sangat mengharamkan penggunaan dot bayi karena bisa menyebabkan bingung puting dan bayi enggan menyusu pada payudara ibu.
-Buat cowok-cowok, jangan ngeres deh ngebayanginnya! Hehehe..

Nah ibu-ibu, selamat mencoba!πŸ™‚

One thought on “Pijat Yuukk.. (Oleh-oleh dari Klinik Laktasi)

  1. Pingback: NgASI Pun Butuh Persiapan | The Sun is Getting High, We're Moving on

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s