CEGP (Catatan Ekonomi Gak Penting) part 1

Jumat kmrn, dengan menerjang hujan & banjir, berbekal jas hujan atas bawah, gue pun mengarahkan motor gue ke BPS (Badan Pusat Statistik, for those who’re unaware of this) Pasar Baru. Hari itu, ada pengumuman inflasi bulanan utk periode Januari 2008 dan juga beberapa informasi lain.

Okay, before I sound too serious for bringing up the subject, I must confess, I actually didn’t really get what inflation could cause me and my life. Emgnya hidup gue ngaruh gitu sama angka inflasi? Trnyata, setelah terjerumus di desk ekonomi, gue baru tau kalo inflasi itu bener2 bikin miris ya.

Inflasi Januari 2008 ini lumayan tinggi, sebesar 1,77 persen. This is the highest in the last four years. Trakhir, inflasi Januari paling tinggi ada pada Januari 2002, sebesar 1,99 persen. Dgn data itu, diperkirakan inflasi year on year Indonesia selama 2008 bisa mencapai lebih di atas 7 persen.

Sebab utamanya, ya naiknya harga makanan & minimnya suplai itu lah. Termasuk kedelai yg kmrn bikin heboh. Apalagi Indonesia kan bergantung bgt tuh sama bahan makanan impor. Pas di luar negeri lg ngetren bikin biofuel pake jagung, kedelai, beras, dll, harga bahan2 makanan naik, kita jd kekurangan deh.

Melihat ini, gue jd sedih & agak2 parno utk belanja-belanji lagi or doing my latest hobby, jahit kebaya baru. Ngerasa bersalah aja spending lots of money sementara angka inflasi negara kian tinggi, yg berarti sirkulasi uang dari BI bakal naik juga.

But, this morning I found this article. Dan krn kondisi bodi yg lg lemes, letih & lesu gara2 banjir2an kmrn, gue pun jadi ada waktu utk browsing2 dan nemuin ttg kondisi hyperinflation-nya si Zimbabwe itu di wikipedia.com. Salah satu yg menarik berbunyi begini:

The Reserve Bank of Zimbabwe issued a $10million note in January 2008, roughly equivalent of 4 US dollars, and not even enough to pay for a hamburger.

Giliinngg… Duit sepuluh juta dolar Zimbabwe masa cuma setara dgn empat dolar AS??? Gue jd inget nonton pilem remaja2 Hollywood dimana tokoh2nya tersesat ke sebuah negara Afrika. Di situ, mereka bingung krn cuma punya bbrp dolar aja & yakin gak bakal bisa hidup. Eh trnyata, di negara itu (probably Zimbabwe?) dgn modal less than 10 dollars, hidup mereka justru kayak jd raja & ratu gitu. Sinting!

Yah, dgn membaca artikel tsb, dan baca2 kondisi hyperinflation yg pernah trjadi di negara2 lain including Germany, US, Turkey, Cina, dll, gue jd ngerasa, hey, Indonesia’s inflation is not that bad after all! Keliatan tuh dari banyaknya pembangunan gedung baru, gerai2 cosmetic & fashion luxuries yg baru nongol (one of them is Chanel!), dsb, dst. Naaahhh.. Dgn ini, rasa parno gue utk blanja-blanji lg jd hilang deh. Hihihhi.. Cari2 alasan bgt gak sih??? :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s