Mari Belajar Menulis (part 1)

Kalo mau nulis artikel ttg selebriti or public figure, pasti sebelumnya gue kudu memodali diri dgn data2 pribadi tuh orang. Mulai dari tanggal lahirnya, kampungnya dimana, anak keberapa dari berapa bersaudara, nama bonyok/pasangannya, sampe hal gak penting kayak makanan fave, minuman fave, warna fave, nama mantan pacar atau pernah kawin brp kali.

Yah kalo dipadukan, kira2 jd kayak begini nih:

“Bla bla bla,” ujar perempuan yang lahir di Jakarta, 30 Januari 1979 ini.

Atau,
“Bla bla bla,” ungkap pria yang hobi main tenis di waktu senggangnya itu.

Atau
“Bla bla bla,” tutur dara yang pernah menyabet gelar pemilik bibir terseksi ini.

Nah, masalah memasukkan data pribadi ke dalam tulisan kayak tadi pernah gue bahas rame2 sm bbrp orang temen gue yg wartawan kriminal. Kebetulan, saat itu gue emg lagi ditugasin ngeliput kriminalitas Jakarta selama setahun penuh. Para wartawan kriminal ini bingung, knp pas nulis artis/seleb, gue mau repot2 nyari printilan data remeh temeh kayak gitu.

“Soalnya Ra, kalo di wilayah liputan kita, enggak pernah repot begitu2 amat. Kalo kita tambahin data2 kayak gitu, pasti jadinya aneh,” kata temen gue seorang wartawan koran Lampu Merah yg syuur berat berita2nya itu lowh.

Dia pun kasih contoh begini. Misalkan aja, ada maling ayam ditangkep polisi. Nah, temen gue ini kan pasti bakal wwcr ttg motivasi, alasan, dll tuh orang nyolong. Kalo dia jg tanya data pribadi kayak artis idolanya siapa, warna favoritnya apa, dll, trus data2 tadi dimasukin ke artikel, ntar tulisannya kira2 jadi begini deh:

AN (21), pemuda asal Kebon Jeruk, Jakarta, mengaku mencuri ayam karena butuh uang untuk membayar hutang-hutangnya. “Saya mencuri karena kepepet Mas,” ujar maling yang suka warna biru muda dan mengidolakan Ona Sutra ini.

Huehehehe.. Dodol bgt sih emang! Gue jg gak ngebayangin kalo gue nulis berita serius ttg dipenjaranya pejabat anu misalnya. Trus gue pakein atribusi kayak “ujar pejabat yang gemar menyantap pisang molen” atau “menurut pejabat yang menggemari musik tarling Cirebonan ini”. Duh, cupu berat deh aow, hehehe..

4 thoughts on “Mari Belajar Menulis (part 1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s