Harta, Tahta, Wanita

*Ini ceritanya sambungan tulisan poligami yang gue tulis sebelumnya*

Saya kenal Aa mulai dari dia jualan koran, kalender, bakso sampai punya banyak usaha seperti sekarang ini. Oleh karena itu, jangan melihat orang dari harta, tapi lihat dari semangat kerja dan belajarnya.

Itulah ucapan Teh Ninih yang diucapkannya beberapa waktu lalu, seperti yang ditulis dalam tabloid Nova edisi terbaru. Nggak ada yang salah kan dengan ucapan itu? Tapi coba telaah lebih dalam lagi. Ada hidden agenda di situ, sindiran secara halus kepada perempuan-perempuan yang tertarik pada laki-laki sukses dan kaya raya, meski si laki-laki itu sudah punya istri dan anak.

More

Poliklinik, Eh, Poligami

Barusan dapet info ttg ‘perseteruan’ istri pertama dan kedua di sebuah milis emak-emak (bisa liat di sini). My reaction was, wow, catfight, catfight, catfight! Dan tentu saja bilang “amit-amit jabang bayi” sambil knocking on woods. Sayang cuma sebentar karena si istri kedua gak reply dan langsung unsubscribe. Kalo gak, bisa panjang tuh kayak Mischa dan Fitri *penikmat sinetron :-D *

Polygamy is a very, VERY, big issue for us, women. Right ladies? Jangankan kita yang hanya wanita biasa, wong istri-istrinya Nabi aja mungkin kalo dikasih opsi, nggak mau koq dimadu. Trus Teh Ninih pun mengaku kalo dia sebenarnya gak rela pas Aa Gym menikah lagi dengan Teh Rini. Tapi demi menjadi istri yang sakinah, akhirnya dia rela.

More

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,011 other followers