Same Old, Same Old
18 Apr 2012 38 Comments
in Myself Tags: financial, friends, gibberish note, kartu kredit, masa lalu, mom, utang
Waktu gue kecil, nyokap dan para tante suka bergosip dan curhat tentang temen-temen mereka sesama ibu-ibu. Ada Tante W yang gayanya selangit dan sok tajir, tapi utang berjibun dimana-mana. Tiap mau berangkat sekolah, anaknya disuruh ke rumah tante gue, pinjem duit buat ongkos. Mana gak pernah dibayar dan anaknya ada 4. Lah emangnya tante gue BAZIS apa ya?
Terus nyokap pernah cerita soal genk emak-emak penunggu anak sekolah di SD gue dan adik gue. Asik sih, arisan bareng lah, piknik bareng lah, dll dsb. Tapi lama kelamaan selalu aja ada yang aneh.
Jika Tua Nanti
03 Apr 2012 45 Comments
in Myself Tags: dad, hubby, mom, Nadira, tua
Kemarin pas lagi buka Facebook (setelah berminggu-minggu gak buka), mata gue tertumbuk pada sebuah gambar yang di-share temen di akunnya. Katanya sih sebelum itu, gambar tersebut udah sering di-sharing sama orang-orang. Tapi berhubung gue baru liat untuk pertama kalinya, gue pun langsung terharu dan berkaca-kaca.
Indah Pada Waktunya
24 Oct 2011 29 Comments
in Myself Tags: gibberish note, masa lalu, MIL, mom
Barusan aja gue dicurhatin seorang teman soal permasalahan rumah tangganya. Ceritanya temen gue ini baru 2 bulan merit. Sekarang dia masih tinggal bareng mertua dan ngerasa kurang sreg. Apa-apa nggak enak, apa-apa rikuh. Yah, sebaik-baiknya mertua ya, tetep aja gimana gitu kan. Apalagi kalo kayak temen gue yang meritnya baru banget.
Sambil dia curhat, gue dengerin sambil inget pengalaman gue sendiri. Total, gue tinggal bareng mertua (ibu mertua atau MIL) itu adalah selama tiga tahun. And it ain’t easy. Even it was a very difficult and bitter moment to me.
*picture’s taken from here *
You To Me Are Everything
09 May 2011 28 Comments
in Myself Tags: gibberish note, mom, sister
Who’s your bestest friend(s) in the world? If that questions’s asked to me, I definitely would answer ” My mom and my sister“. Why? Because IMHO, those two are the ones who have been with me whole my life. I may have some bestfriends who have been supporting me through everything in life, but still, the closest ones are those I mentioned earlier in this post. And since I’ve written a posting about my mom before, here, I’m gonna write a piece on my sister. Be prepared for a boring article, ok?
Waktu kuliah, gue inget banget, teman-teman se-gank suka iri sama gue. Kenapa? Karena gue dan adik gue bersahabat. Dan mereka dengan adik/kakak mereka nggak samsek.
Ada satu sahabat gue yang punya kakak cewek berusia terpaut satu tahun saja, dan sama-sama kuliah di UI, beda fakultas. Kalo gue dan Lita yang begitu, mungkin kita bakal ngekos bareng di satu kost-an. Selain menghemat (maap kami emang dididik irit dari zaman jebot
) rasanya bakal seru aja kali ye sekost bareng sodara sendiri.
My Cheating Sheets in Cooking
26 Apr 2011 29 Comments
in Myself Tags: cooking, mom, Nadira
Jadiiii… Semalem sambil masak soto ayam, gue iseng aja ngetwit ttg contekan gue dalam masak, atau bahasa Batak-nya, My Cheating Sheets in Cooking. Seriously, itu cuma iseng doang, cuma buat self note karena gue masih tolol abis dalam masak memasak. Eh tau-tau ada beberapa emak twitter yang bilang seneng dengan daptar sontekan eikeh. Hahaha.. Belajar bareng yuk kita neeiikk..
Trus tadi gue juga sempet ngetwit tentang puyengnya menyusun menu seminggu. Eh Mak Sally malah minta sontekan resep. Lah situ oke? Secara gue baru berpengalaman nyusun menu selama 2-3 minggu belakangan ini. Akhirnya tercapai mufakat (duileh anggota DPR kali) untuk gue posting susunan menu gue selama 3 minggu ini. Trus nanti Sally juga kudu posting. Buat sontek-sontekan gitu *mental siswa zaman dulu nih, sontek-sontekan, cckk..cckk..*
Okeh, pertama-pertama, perkenankan saya menulis My Cheating Sheets in Cooking dulu yak. Kemarin gue kayaknya baru ngetwit sampe cheating sheets #5 gitu deh. Maklum kehabisan ide, secara masih pemula di dapur gitu, hehehehe..
Anyway, yang belum baca di timeline twitter saya, ini ya daptar sontekan saya di dapur:
Ultah Gabungan
11 Aug 2010 12 Comments
in Myself Tags: gibberish note, mom, sister, tambah anak
Banyak yang kaget dan kagum pas tahu kalo gue, nyokap dan Ita, adik gue, sama-sama berbintang Aquarius. Gue dan nyokap sama tanggal lahirnya, sementara ultah adik gue dua minggu setelah ultah kami. Tau tuh nyokap dan bokap, pinter bener ya ngaturnya, hehehe..
Dengan tanggal ultah yang berdekatan gitu, tentu saja menyenangkan, terutama buat nyokap. Kalo merayakan ultah, ya pasti dirayakan sekaligus. “Supaya irit,” katanya. Nah, karena merayakan ultah sebelum hari H itu pamali, jadilah ulangtahun gue selalu dirayakan dua minggu lebih lambat, atau berbarengan dengan ultah Ita. Kadang-kadang juga, nyokap dengan prinisp iritnya itu, menggabungkan perayaan ultah kami dengan acara selametan rumah, arisan, etc. Bener-bener ya si Mamah tea..
Breast Size = Volume ASI?
17 Jun 2010 7 Comments
in Family Tags: ASI, mom, Nadira
Beberapa waktu lalu, seorang teman di twitter curhat tentang perilaku suster tempatnya melahirkan. Si suster bertanya “ASI-nya sudah keluar, Bu?” Temen gue ini dengan bahagia bilang iya. Eh sejurus kemudian, susternya komentar “Koq p*yud*ra (PD)-nya kecil banget ya?”. Seolah-olah dia heran bahwa PD kecil bisa memproduksi ASI dengan lancar.
Hal itu juga sering gue alami. Gue Alhamdulillah bisa nyusuin Nadira secara exclusive on her first six months of life dan lanjut sampe sekarang. Tau dong komentar orang apa?
“Ya wajar lah, wong PD-nya gede, pasti produksi ASI-nya juga banyak. Sampe bisa meres ASI kalo kerja. Nggak kayak orang2 yang PD-nya kecil, ASI-nya pasti seret.”
My Note on Motherhood
09 Jun 2010 7 Comments
in Myself Tags: gibberish note, mom, Nadira
God could not be everywhere, so he created mothers. — Jewish Proverb
The proverb concludes everything, that a mother equals to and even is considered as God’s representative in the world. Makanya (kembali pake B. Indonesia soale capek
) posisi seorang Ibu di belahan dunia dan kebudayaan manapun biasanya selalu mulia. Semua agama selalu mengajarkan umatnya untuk menghormati dan mencintai Ibunya. Di agama gue, Islam, ada hadis yang bunyinya begini:
Dari Abu Hurairah ra., ia berkata: Seorang laki-laki datang menemui Rasulullah saw dan bertanya kepada beliau, “Wahai Rasulullah, siapakah manusia yang paling berhak aku hormati?” Beliau menjawab, “Ibumu!” Ia bertanya lagi, “Lalu siapa?” Rasul menjawab lagi, “Ibumu!” Ia balik bertanya, “Siapa lagi?” Rasul kembali menjawab, “Ibumu!” Ia kembali bertanya, “Lalu siapa lagi?” Beliau menjawab, “Bapakmu!” (Dikeluarkan oleh Asy-Syaikhani (Bukhari-Muslim).
My Mom, My Idol
02 Jun 2010 21 Comments
Kemarin pas liputan, gue dan beberapa orang teman jurnalis sempet ngobrol-ngobrol sama si cantik Masayu Anastasia. Karena Ayu baru jadi ibu, isi obrolan pun seputar pengalamannya sebagai seorang ibu yang menurutnya, sangat menyenangkan. Tiba-tiba, seorang teman melontarkan pertanyaan “Mau jadi ibu seperti apa Yu? ” Ayu spontan menjawab “Saya mau jadi ibu seperti Mama. She’s my idol.”
Wah, gue pun langsung berkaca pada diri sendiri. Perasaan Ayu sama banget dengan yang gue rasakan. Gue sangat-sangat-sangat ingin kelak gue bisa jadi seorang ibu kayak nyokap gue. Soalnya, meski dia bukan wanita berpengaruh abad ini seperti Sri Mulyani, nyokap itu hebat banget. Dan label ‘hebat’ ini nggak hanya ditempelkan oleh gue dan adik gue. Tapi juga oleh temen-temen kami yang ikutan ngefans sama nyokap
Contohnya, nyokap itu sangat dekat dengan dua anak perempuannya, yakni gue dan adik gue. Dia berusaha menempatkan dirinya sebagai seorang teman bagi anak-anaknya. Nggak heran kalo kami bisa curhat tentang masalah apa aja, mulai dari pelajaran di sekolah sampe cowok-cowok ke nyokap. Daan.. Karena nyokap juga dulunya punya (ehm) banyak pacar temen cowok, jadi dia bisa kasih saran yang cukup relevan tentang hubungan asmara yang gue dan adik gue lalui *halah*




Latest Comments