Big Spoiler

Gue hobi banget nonton film. Entah di bioskop maupun DVD. Tapi sejak punya anak, hobi itu agak-agak dikurangi. Susah cari waktunya, cuy.

Dulu waktu kantor gue berlokasi di belakang mal, nonton bioskop mah bisa dilakukan kalo load kerja nggak parah. Sekarang, syusyeh deh ye karena lokasi bioskop lumayan jauh. Sementara kalo nonton DVD, rasa-rasanya mustahil. Wong TV gue dijajah mulu sama tayangan Baby First TV, Disney Junior, dan VCD-VCD Ariel, Cinderella, lagu odong-odong, etc.

Yes, I’m a bad mother who lets my daughter watch TV more than 2 hours/day. Do judge me. I’m awful and I know it *diucapkan dengan nada ala-ala LMFAO :P *

More

The One That Got Away

Beberapa hari lalu, gue dapet kabar dari temen bahwa film favorit gue sepanjang masa, Before Sunrise, bakal ada sekuel ketiganya. I was like, whaattt??? Hati pun langsung berdebar-debar dan rasanya pengen teriak kegirangan.

Lebay? For sure. Tapi gimana ya, gue emang cintaaaa abis-abisan sama film itu. Gue kebetulan nonton Before Sunrise nggak berapa lama sebelum gue nonton sekuel keduanya, Before Sunset. Kisah di film dan kenyataannya bener-bener real. I mean, Before Sunrise dibikin 1995 dan Before Sunset dibikin pada 2004, menceritakan apa yang terjadi pada Jesse dan Celine 9 tahun setelah pertemuan pertama mereka. Jadi bukan kayak film-film lain yang cerita antara film pertama dan film kedua terpisah 10 tahun, tapi di kenyataannya, kedua film itu beda waktu rilis hanya setahun saja.

More

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,011 other followers