Like It or Not, She’s My Mom

Jadi postingan ini terinspirasi dari kehebohan dunia maya antara seorang politisi mantan artis versus berbagai orang. Lewat kicauannya di twitter dan social media, dia terus ‘menembaki’ siapapun yang berseberangan ide dan perspektif dengan dirinya. Tak hanya orang-orang yang me-mensyen dia, tapi juga orang-orang yang hanya menyebut namanya. Berarti niat bener kan diana search namanya sendiri?

Anyway, gue nggak mau ngomongin si Mbak Doktor (MD). Gue cuma mau ngomong soal anak-anaknya. Terus terang, pas kasus si MD zaman dulu, gue sempet berpikir, gimana ya perasaan suami dan anak-anaknya? Sekarang, gue tambah berpikir begitu. Gimana ya perasaan mereka? Terutama anak-anaknya yang sekarang sudah dewasa dan juga aktif di twitter.

Ternyata, kedua anak MD justru sangat bijaksana menanggapi reaksi orang akan ‘kekacauan’ yang dibuat oleh ibu mereka sendiri. Kayaknya, prinsip mereka “Like it or not, she’s our mom”. Mereka bahkan tak segan-segan meminta maaf kepada pihak-pihak yang “diserang” oleh sang bunda.

Sikap anak-anak MD ini mengingatkan gue pada seorang sahabat. Sebut aja namanya Robi. Ibu Robi memang tidak se-freaky MD. Namun, ibu Robi tipe yang sangaatt keras pada semua orang, demanding & perfectionist. Difficult person banget lah. Jika dia mau A, seluruh dunia harus menuruti. Kompromi gak pernah ada di kamusnya.

Waktu Robi dan adiknya lulus SMA, mereka diindoktrinasi untuk masuk jurusan universitas sesuai kemauan ibunya. Robi yang ingin kuliah ekonomi, harus masuk teknik meski dia bilang tidak suka teknik. Adiknya juga setali tiga uang.

Belum lagi kasus-kasus lainnya. Dalam keseharian pun, si ibu yang keras dan super perfeksionis ini sering membuat anak-anak dan suaminya stres. Seperti juga Mbak MD, si ibu ini selalu memperlakukan anak-anaknya seperti anak kecil. Sangat sulit baginya untuk menerima masukan, kritik dan komplain dari anak-anaknya sendiri. Jadi, apa yang ia mau harus dipenuhi oleh anak-anaknya. Sebaliknya, belum tentu. Semua komunikasi juga serba searah, dari atas ke bawah saja. Feodal banget deh.

Pas gue kasitau soal twitnya anak pertama MD yang “Meskipun gue sangat ingin mengubah orang yang gue sayang agar jadi lebih baik, gue nggak bisa berbuat banyak” Robi langsung setuju. Sejak bisa berbicara , dia selalu berusaha mengubah sang ibu menjadi a better person. Begitu juga sang ayah dan adiknya. Hasilnya, nyaris nihil.

Robi mengaku, growing up with such a difficult person like his mom has been a very tough experience. Meski begitu, menurutnya, mungkin kalo sang ibu tidak sekeras dan se-difficult itu, dia dan sang adik tidak akan bisa sedewasa sekarang.

“Begitu gue menatap dunia luar, gue ngerasa semua beban yang ada sangat mudah ditangani. Sejak kecil gue terbiasa ngadepin ibu yang rese dan demanding. Keseharian gue dipenuhi oleh konflik yang diciptakan oleh nyokap. Setelah dewasa dan terjun ke dunia yang sebenarnya, masalah-masalah lain jadi keliatan kecil.”

Dan omongan dia itu nggak cuma sekadar bullshit. He’s one of the wisest person I’ve ever known in my entire life. Makanya pas denger cerita soal MD, komennya cuma begini:

“I know how the girls’ feel about their mom. I also feel the same way about mine.”

Satu hal yang membuat gue trenyuh adalah saat Robi cerita “Dengan sifatnya yang begitu keras dan selalu memperlakukan gue dan adik gue sebagai anak kecil, nyokap mungkin sukses mendidik kami. But she misses lots of things. Gue dan adik gue nggak pernah bisa nyaman dengan dia. Gue dan adik gue nggak pernah curhat tentang apapun ke dia. Semua karena kita enggan dan segan.”

Aseli lho, sebagai orang yang dibesarkan oleh ibu yang asik dan ciamik, gue bisa liat betapa menyedihkannya nasib Robi. But, just like I wrote before, gaya parenting style ortu kita nggak harus mentah-mentah di-copy paste untuk mengasuh anak kita kan? Itulah yang berusaha dilakukan Robi. Dia bersumpah-sumpah tidak akan mau mendidik anak dengan parenting style ala ibunya.

“If I can’t change my mom, the least I can do is not to copy her behaviour. Gue nggak mau kehilangan momen-momen dimana anak gue tumbuh dewasa dan dia bisa curhat nyaman dengan gue. Mudah-mudahan bisa ya.”

Insya Allah ya Rob. Gue juga nggak kebayang kalo jadi ibu yang memiliki jarak dengan anak-anaknya sendiri dan membuat anak-anaknya feel miserable. Naudzubillahimindzalik, amit-amit jabang bayii.. *ketok-ketok meja*

Advertisement

43 Comments (+add yours?)

  1. chrysantie
    Jan 10, 2012 @ 11:05:56

    Agree banget sama ini –> If I can’t change my mom, the least I can do is not to copy her behavior.
    Well, in my case… karena gw besar dgn pengaruh ibu tiri yang keras yak, gw gak mau perilaku yg sama gw terapkan ke anak2 gw, lesson learned banget deh. soalnya sakit di badan bisa ilang kan yak bok.. tapi sakit hati krn ucapan & perilaku kasar itu kan ngebekas sampe gede :’(

    ah semoga kita terus belajar jadi ibu yang baik utk anak2 kita yaaa, mungkin bkn ibu sempurna macam di dongeng2, tapi paling nggak kita bs jaga nama baik keluarga, gak mempermalukan mereka macam bu MD ini ya. beban moral bgt tuh buat anak2nya :(

    Reply

    • irrasistible
      Jan 12, 2012 @ 14:44:18

      Amiinnn Hen :)

      Menurut gue nih ya, lo cukup ‘beruntung’ lho yang keras itu adalah ibu tirilo. At least lo bisa punya angan-angan dan impian bahwa ibu kandunglo adalah sosok yang welas asih dan penyayang. Jadi semua rasa frustrasi bisa lo lampiaskan ke ibu tiri. Kalo kayak Robi dan anak2 MH yang ibu kandungnya keras kayak gitu, mau ngimpi kayak gimana lagi?

      Just my two cents ya :)

      Reply

  2. linda
    Jan 10, 2012 @ 11:16:25

    Pertamax!!
    I feel Robi. Ak jg dibesarkan dengan seorang ibu yang ‘luar biasa’. Sedih ga sih ketika semua orang ngomongin ibu kita sendiri sama kita n ujung2nya ‘kamu jangan seperti ibu kamu’. Oh well, ak emg g akan ambil sifat ibu yang ‘luar biasa’ itu, setidaknya banyak kok hal2 bagus dari ibu yang mmg bisa membalance sifatnya yang menurut banyak orang aneh n keras sekali. Ak cuma berprinsip, siapa sih yg mau n bisa ngehargain ibu aku selain aku sendiri. Kebetulan aku anak tunggal n ibuku janda.

    Setelah menikah n punya anak, pelan2 ibu sih ud g terlalu mendominasi sm hidup aku. Paling enggak mskipun sambil ngomel n ngambek 3 hari, pendapatku lebih sering didengar. Tapi mngkin disini kita diminta utk menunjukkan sejauh mana sih kesabaran kita sama orang tua sendiri like they did when we were kids….
    Beruntung punya suami yg mengerti. Karena ibuku ini dominasinya terhadap siapa aja luar biasa. Alhamdulillah klo sm suami ibu agak sungkan jd kdg suami tak jadiin senjata aja buat ngomong ke ibu….kalo aku ngomong sndiri akhirnya bisa ketebak soalnya…klo g marah y ngambek ga mau ngomong…*sigh

    Persis si Robi, aku jg paham tuh perasaan anaknya si tante. Malu, sakit hati tapi bisa apa sih kita?? Ibu kita lho itu….masih untung aku sama Robi yg ibunya bukan pablikfijer kan? Kalo mereka? duuhh…gak ngebayangin aku mak…..
    But I believe…pasti semua berakhir bahagia kalo kita tetap bersabar…..

    Reply

    • irrasistible
      Jan 17, 2012 @ 14:36:32

      Bener banget Mak. Si Robi juga sering banget dibilangin “Jangan kayak Mama kamu ya” atau “Hebat ya kamu bisa sabar punya Mama kayak gitu” sama sodara-sodaranya sendiri. Gue dengernya tuh gimana ya. Jangan sampe anak-anak gue dibilangin hal yang sama tentang gue. Gue gak mau jadi public enemy, bahkan sama anak sendiri :(

      Tapi ya kayak yang lo bilang, kalo gak dibesarkan oleh ibu kayak gitu, belum tentu si Robi dan juga anak-anaknya MD bisa setegar sekarang. Yang lebih nelangsa sih IMHO anaknya si MD ya. Secara mereka public figure plus emaknya ngamuk di internet yang bisa dibaca siapa aja.

      Reply

  3. nia
    Jan 10, 2012 @ 11:33:31

    Habis dari Blognya MD, eh ternyata mba ira nulis hal yang ada sedikit MD-MD nya…sampe enggak bisa komen#lho ini kan sudah komen

    Reply

  4. della marianka masrah
    Jan 10, 2012 @ 15:37:20

    mba nulis inisial MD jadi inget yg inisialnya MD beneran… perasaan anak-anaknya gimana ya?? *salah fokus*

    Reply

  5. umnad
    Jan 10, 2012 @ 16:35:01

    aq tahu deh rasanya kya apa anak-anaknya tante MD..
    dulu aq emang punya ‘prinsip’ klo jadi ibu, aq ga pengen kya Mama *so tiger mom-galak abiieees* :D klo diingetin,ujung2nya berantem kita :) *ga mudah loh untuk ngingetin ibu yang ‘konvensional’*
    cm pas jd ibu sekarang paling ga jd ngerti knapa bliau spt itu..people chaged n my mom also..dan skrg makin sayang sm Mama
    seperti judul tulisan mba..Like It or Not, She’s My Mom, n always be my mom..

    Reply

    • irrasistible
      Jan 17, 2012 @ 14:43:15

      Kalo MD dan ibunya Robi ini kayaknya lebih dari tiger mom deh Mak. Lion mom atau cheetah mom ya? :P

      Emang sih, kita bisa nge-judge orang karena kita nggak ada di posisi dia. Mungkin aja MD, ibunya Robi atau ibunya dirimu sama-sama punya ortu yang jauh lebih sulit, atau traumatic childhood sehingga mereka jadi pribadi yang kayak gitu ya.

      Reply

  6. TYaS SoeJoeDoNo (@tyasye)
    Jan 10, 2012 @ 16:43:36

    yang terakhir, anaknya MD minta maaf lho di twitter ke Sang Konduktor dan Sang Penyanyi (mungkin ke Abege Ganteng) *lho banyak inisial* *update 15 menit lalu*
    satu hal yg gw salut dari Tante MD adalah anaknya yg telah didik untuk melakukan perbuatan mulia itu (minta maaf dan klarifikasi) sesuai kayaknya dengan nama tengahnya yg mulia itu :) .

    Reply

  7. Ivo
    Jan 10, 2012 @ 19:37:38

    MD siapa sih? jadi penasaran… eheheheheh

    Reply

  8. sari
    Jan 10, 2012 @ 22:26:22

    Bener…I feel Robi juga…jadinya malah aku takut kalo curhat…bukannya takut deng..segan aja gitu..karena tau bakalan mendapat respon yang malah bikin kita tambah sedih…padahal aku anak cewek satu2nya, tapi..I Love my mom :)
    Mungkin cuma style ibu aja yg kaya begitu, niatnya sih sebenernya baik..itu aja yang kepikiran kalo pas bete hehe…

    Reply

  9. Jeng nim
    Jan 10, 2012 @ 23:54:29

    Lg mo nagih crita ini di blog hihi..

    Aduh gw ksian ksian ksian sama ank2nya,suami&ade2nya (kl pd normal ya)
    Tp gw salut sama sikap anaknya,somehow ni anak bisa brani minta maaf,mengakui bahwa ibunya salah tapi g ngata2in ibunya,trus ya ini masalahnya bisa panjang Loh,bisa ke urusan jodoh anak2nya..kebayang g sih gmn jiper calon Suami anak2nya punya mertua gt,blom lagi ibu si cowo yg bisa2 “Apaaa???besanan AMA MD?? G usah ye” mungkin kejauhan pikiran gw tp kan ank2nya uda pd dewasa,uda masuk usia kawin gt..yah smoga cpet disadarkan lah..

    Komen ke2..well tnyata nyokap2 angkatan 80-90an kok pd mirip ya sifatnya?nyokap gw pun ‘agak sulit’ walopun jauuuh masi mending drpd md&emaknya robi,tapi sama2 susah kompromi,susah introspeksi,orang tua slalu bener&mrasa ‘suka g suka saya bgini adanya’ dulu sih suka brasa nyokap gw plg rese deh,tp tnyata pas baca2 forum,blog,crita2 org yg seangkatan,Loh kok sama ya keluhannya?walopun nyokap gw tipe mild krn masih saling curhat,bcanda,gosip&pergi2 brg tp kalo kluar sikap bgitunya ya frustasi juga..tapi sperti temen2 sejaman saya,gw jg berniat u/ g mendidik anak gw ky mreka plek2an,yg utama gw tekankan bahwa gw&anak gw sama2 manusia yg sama2 bisa salah&bisa bener,pengennya juga bisa bikin anak gw nurut karna hormat bukan krn takut sama gw..

    Reply

    • irrasistible
      Jan 17, 2012 @ 14:56:15

      Eh iya banget bok. Kebayang nggak sih tiba-tiba sodaralo or gue besanan sama MD. Pasti kan lo atau gue bakal heboh karena kita udah punya certain image tentang si MD dari yang kita baca di blog/twitter/media lain. Kalo mau aman, ya dia besanan sama orang dari kampuunggg banget yang gak kenal internet atau sekalian dari luar negeri ye :)

      Nyokaplo kayak ibunya Robi juga ya Nim? Duh kasiaann.. *pukpuk*

      Gue kadang ngerasa, nyokap gue itu asik berat mungkin karena dia trauma sama nyokapnya sendiri (nenek gue) yang sakelijk dan galak luar binasa. Dan gue liat emang sih, sodara-sodaranya nyokap gue semua pola parenting-nya gak beda jauh sama pola parenting nyokap gue. Berarti nenek gue hebat ya bisa bikin semua anaknya berniat untuk tidak mengikuti pola parenting yang dia terapkan dulu, hihihi.. *kualat sama nenek sendiri*

      Reply

      • Jeng nim
        Jan 19, 2012 @ 20:10:36

        G separah robi sih mak,masi mending lah…lucunya waktu gw kcil ampe kira2 abg gt pola parenting Nya mirip ky ajaran bu elly,eh tambah gd kok malah brubah,waktu kcil gw dianggep temen uda gd malah jd ala ala tiger mom gt hihi dan bner ky komen2 dibawah,spupu2 gw pun pd curhat hal yg sama malah bbrp suka nganggep nyokap gw masi mending walopun dalem ati komen ‘iya depan orang,coba lo tinggal ama gw’ tapi alhamdulillah nya jd bikin gw sensitif bgt&sring introspeksi,sbenernya implementasi dari rendahnya self esteem sih :)

      • irrasistible
        Jan 21, 2012 @ 10:59:28

        Ohh berarti nyokaplo tuh kayak bokap gue ya. Waktu gue kecil asiikk banget jadi temen. Begitu mulai gedean, langsung galak :D

        Tapi bener lho, kalo punya nyokap kayak nyokaplo anaknya jadi lebih sensitif dan ngertian. Contohnya ya si Robi. Mungkin karena sehari-hari di bawah dictatorship emaknya ya, hihihi..

      • Jeng nim
        Jan 24, 2012 @ 22:48:35

        Eh reply lg deh hihi…

        Iya mak jadi pas uda gede (baca:kawin&punya anak) jadi kaya gimana ya,kaget Kali kok anaknya udah besar&in a way lebih berhasil (asix,rum&homemade mpasi) dari dia aplg waktu gw kcil tu nyokap gw dianggep ibu plg telaten deh,kesannya g Ada yg bisa nyaingin lah aplg gw si ank tunggal yg ‘manja’ pasti tar anaknya diserahin 100% ke dia,ya di 1 sisi ngerti sih knp gitu tapi kalo ngejalaninnya kan yaaaa ngebatin juga ya mak…oya suami gw pun hasil didikan keras bapaknya yg single parent tapi bapaknya juga perhatian bgt jd suami gw jg jd org yg empati&toleransi Nya tinggi banget

        Wait…jadi kalo didikannya ‘kurang oke’ blom tentu hasilnya juga negatif smua ya mak hihi

      • irrasistible
        Jan 26, 2012 @ 10:59:26

        Iyaa Lin. Semua tergantung kepribadian anaknya juga koq. Malah kebanyakan orang yang gue kenal dan punya ortu galak, biasanya malah jadi orang berkepribadian kuat dan welas asih. Mereka kayaknya kapok dan trauma liat ortu yang galak dan jadi omongan orang banyak, hehehe.. :)

      • Jeng nim
        Jan 26, 2012 @ 16:42:31

        Itu g disensooooor,ini Jeng niiiim!!!

        Iya Amin smoga gw jd bgitu&anak gw jg tetep baik walopun gw g tiger mom..

      • irrasistible
        Jan 27, 2012 @ 10:09:19

        Hihihi.. Maap JENG NIM. Salah nama akikaaa *uhuk*

        Gue mah jadi cat mom aja, manis manja gitu deh :P

  10. Laily
    Jan 11, 2012 @ 10:41:15

    saya langsung ingat peristiwa pembunuhan seorang ibu thd 3 anak2nya yg masih kecil2..itu semua karena dia tidak bisa lepas dari trauma hasil didikan ibunya dulu.. monggo kalo mau ikutan nangis, bisa di marih mbaca critanya:

    http://cikicikicik.multiply.com/journal/item/252

    Reply

    • irrasistible
      Jan 17, 2012 @ 14:57:05

      Yang di Depok itu bukan sih Mak? Gue mau buka link yang dirimu kasih, tapi gak bisa kebuka lagi euy :(

      Reply

      • Laily
        Jan 17, 2012 @ 21:30:35

        ini TKP-nya di Bandung. anak2nya dibunuh saat pulang sekolah, tapi dibersihin dulu, dimandiin, diantar tidur siang,,trus dibekep bantal…
        masa ga bs dibuka link nya?

      • irrasistible
        Jan 19, 2012 @ 16:09:29

        Iya gak bisa dibuka Mak. Kayaknya khusus postingan yg itu di-lock private deh sama si owner blog. Boleh gak rikues lo copas di blog-lo supaya gue bisa baca? Tararengkyu yaa :)

      • Laily
        Jan 20, 2012 @ 09:47:46

        sepertinya materinya sangat sensitif, jadi ditutup dari pandangan publik..padahal berita di blog tsb lebih bernas daripada yang diberitakan di media massa. diriku jg sdh tdk bisa mengakses postingan tsb. sorry ya..

      • irrasistible
        Jan 21, 2012 @ 11:18:11

        Hoo.. Pantesan Mak. Padahal penasaran juga ya pengen baca :(

  11. Fry
    Jan 11, 2012 @ 14:44:41

    Kasian banget ya anak-anaknya… Ini namanya The grown-ups being a kid, and the kids being a grown-up.

    Reply

  12. leekyu
    Jan 16, 2012 @ 10:16:42

    Just my thought ya,

    Ak cukup beruntung cos ak lahir dari mama yang “asik banget”, Semua temen” aku bilang begitu. And when i’ve grown up ak merasa kalau aku punya anak ak mau kayak mama ngedidik ak. Tapi itu dulu Mbak, aku sadar sekarang kalau gaya parenting Mama ga 100% bener. I love my mom. Sangat. tapi aku sadar bahwa sedikit banyak keras kepala aku (in negative way) adalah karena ak sangat dibebaskan sejak kecil. Aku sadar sifat ku yang mau menang sendiri adalah karena Mama “terlalu” percaya apapun kata anaknya.

    Jangan salah ya, aku sama sekali ga nyalahin Mama, ak lebih memilih dibesarkan dengan cara Beliau dibanding dengan cara Amy Chua di Tiger Mother misalnya. And I love myself now, ga ada yang mau aku ubah, cuma postingan ini membuat ak tergelitik untuk sadar bahwa sebaik apapun orang tua pasti ada salahnya. Seburuk apapun pasti ada hikmah baik yang bisa dipetik.

    Dan aku selalu mikir gini ” Never blame our parents because faults that they make. Because (usually) we are the reason they do that” Seriously, untuk kasusku, ak merasa apapun kesalahan yang ortu buat adalah karena mereka sayang sama anak”nya.

    Orang tua tetep bisa salah, tapi kita ga bisa menyalahkan mereka.Karena ya itu tadi, kita alasan dari mereka melakukan kesalahan itu.

    Reply

    • irrasistible
      Jan 17, 2012 @ 15:02:31

      Tau gak sih, komenlo ini sedikit banyak representing what I feel inside lho :)

      Nyokap gue juga asik banget just like your mom. Sometimes, gue ngerasa my recklesness and irresponsibility kayaknya dipengaruhi oleh pola parenting nyokap yang cihuy itu. Apalagi dibanding dengan suami gue yang punya nyokap ala Amy Chua. Beuh kayak bumi dan langit deh. Suami gue karena sejak kecil dulu kayak dilatih di ‘barak militer’ punya disiplin tinggi. Sementara gue mah seringnya males-malesan hehehe..

      And I love myself now, ga ada yang mau aku ubah, cuma postingan ini membuat ak tergelitik untuk sadar bahwa sebaik apapun orang tua pasti ada salahnya. Seburuk apapun pasti ada hikmah baik yang bisa dipetik.

      Dan aku selalu mikir gini ” Never blame our parents because faults that they make. Because (usually) we are the reason they do that” Seriously, untuk kasusku, ak merasa apapun kesalahan yang ortu buat adalah karena mereka sayang sama anak”nya.

      Orang tua tetep bisa salah, tapi kita ga bisa menyalahkan mereka.Karena ya itu tadi, kita alasan dari mereka melakukan kesalahan itu.

      I love your comment, girl! Toss dulu ah :)

      Reply

  13. Dewi
    Jan 17, 2012 @ 10:28:20

    ya ampun… baca blog ini ternyata banyak yg senasib ya… mama ku pun tipe orang yang “sulit”. Bahkan sampe udah menikah dan punya anak pun mama masih ikut ribet mendominasi hidup ku… dan janji ga akan seperti beliau. apa pun… i still love her.

    Reply

  14. ita
    Jan 18, 2012 @ 09:30:50

    ya ampyunnn baru tau gw ternyata si MD tuh kyk gitu ya,, jadi selama ini aku tertipuuuuuu…

    Reply

  15. cutehome
    Jan 19, 2012 @ 04:07:40

    eh kebanyakan kan ibu-ibu jaman dulu pada kayak gitu yaa….
    habiss kalo curhat ke temen-temen… mereka banyak yang kompak tuh jawabnya…
    kalo dulu itu dicubit, dipukul pantat, dijewer udah jadi bagian sehari-hari… qiqiqi…

    cuma… aq ga mau ngedidik anakku kayak gitu ah… untungnya aku tahan mental #halah … jadi bisa ke arah lebih baik ketika dididik dengan “sedikit” KDRT :D … lah kalo anak-anakku ternyata ga bisa?… en akhirnya malah lebih parah… hehh… ga mau dee…

    http://www.my-za.blogspot.com

    Reply

    • irrasistible
      Jan 19, 2012 @ 16:21:24

      Mungkin karena ibu-ibu zaman dulu belum kenal sama psikolog anak macem Bu Elly Risman kali ya Mak, hehehe.. Kita-kita kan udah kenal dan belajar apa dampak yang didapatkan anak kalo kita galak ke mereka. Jadi semua tergantung kita, mau jadi lebih baik atau meneruskan gaya parenting ortu kita. Ya gak sih? :)

      Reply

  16. risna
    Jan 24, 2012 @ 01:38:53

    Hai mba iraa..salam kenaal..
    selama ini cuma silent reader doang, tp baca postingan ini jadi pengen comment..
    kayaknya emaknya si Robi ini sedikit banyak samalah kyk MIL gw mba..
    abis gw merit sm suami gw,gw baru tau ternyata MIL gw itu tipe yg kyk gitu..aslik gw jadinya shock berat mba,krn gw blm pernah menghadapi orang yg lbh tua dgn tipe seperti itu, yg sikap mendominasinya jelas banget keliatan n suka banget ngurusin hal-hal kecil n remeh temeh & hal2 yang enggak seharusnya dikomentarin. hal-hal yg menurut gw biasa aja, bagi beliau itu bisa jd hal yg luar biasa mba..

    dari analisa gw selama ini, anak2 belio sendiri sepertinya ga nyaman banget dgn sikap ibu mereka, tp mau gimana lg, yg bs mereka lakukan hanya menerima itu semua..mau protes? ga mungkin mbaa..bakalan kejadian perang dunia, aslik drama abis deh..

    nyokap gw sendiri itu tipe ibu yg asik2 aja, ga banyak rese ngurusin hal-hal kecil n ga suka terlalu mencampuri urusan anak2nya..anak ud merit ya udah,dibebasin aja, ga usah banyak dicampurin..toh mereka udah punya kehidupan sendiri bukan?

    makanya gw shock banget nemuin kenyataan bhw MIL gw beda banget tipenya sm nyokap gw..

    sampe saat ini gw berusaha utk menerima kenyataan, bagaimanapun belio adalah ibu dr suami gw,yg hrs kita hormatin..walau gak bs dipungkiri jg sih kdg bikin esmosi jiwa bangeet..tp sekali lagiiiii cuma bisa sabaaarrr… :-)

    Reply

    • irrasistible
      Jan 24, 2012 @ 11:40:24

      Hahaha.. Mbak Risna udah baca postinganku yang judulnya “Indah Pada Waktunya” belum Mbak? Semua yang Mbak ceritain ttg MIL Mbak, sama dengan yang aku alami :D

      Tapi serius lho, gara-gara punya MIL kayak gitu, aku jadi belajar banget untuk handle difficult people dan menempa kepribadian diri sendiri. Emang sih masih suka sebel kalo urusan rumtang diribetin, tapi aku belajar berpikir positif aja lah. Kayak yang Mbak tadi bilang, mau nggak mau kita dihadapkan pada fakta bahwa beliau adalah ibu dari suami kita. Sekalian belajar anger management and how to control our emotion gitu :D

      Reply

  17. Trackback: Categorizing My Twitfriends « The Sun is Getting High, We're Moving on

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 781 other followers